Akibat Permainan Online pada Anak Muda: Fakta dan Dampaknya

Yogyakarta – Akibat permainan online pada anak muda semakin nyata. Survei kesehatan mental nasional menunjukkan sekitar 2 juta remaja Indonesia menghadapi masalah mental karena kecanduan game online. Fenomena ini membuktikan bahwa game online tidak sekadar hiburan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental generasi muda.

Direktur RSJ Ghrasia Yogyakarta, Akhmad Akhadi, menegaskan bahwa sebagian besar pasien muda yang dirawat menunjukkan gangguan mental berat akibat bermain game online berlebihan.

“Anak-anak menjadi tantrum jika tidak memainkan game online. Setelah itu, mereka cenderung meniru tokoh dalam permainan tersebut,” kata Akhmad pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Berita Lainnya “Puluhan Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem dari Game Online

Proses Penanganan Anak Muda Akibat Permainan Online

RSJ Ghrasia memberikan layanan komprehensif bagi anak muda yang mengalami gangguan mental akibat game online. Tim rumah sakit mengobati pasien lebih dari lima hari, dengan target maksimal 28 hari untuk fase intensif.

Setelah pengobatan intensif, pasien melanjutkan rehabilitasi agar mereka bisa kembali beradaptasi dengan kehidupan normal. Proses ini membantu anak muda memulihkan keseimbangan mental, emosional, dan perilaku.

Selain itu, program ini menekankan edukasi tentang penggunaan digital yang sehat agar anak tidak kembali kecanduan game online.

Faktor Lain Penyebab Gangguan Mental pada Anak Muda

Selain akibat permainan online pada anak muda, gangguan mental juga muncul karena tekanan akademik, masalah keluarga, dan konflik personal. Stres di sekolah dan hubungan sosial yang rumit memperburuk kondisi mental anak muda.

Project Leader Program Kesehatan Mental di Sekolah, Rennta Chrisdiana, menekankan pentingnya dukungan sosial. Ia menciptakan kampanye “Connect to Care”, yang mengajarkan siswa untuk meminta bantuan saat menghadapi tekanan mental.

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Anak muda perlu belajar meminta pertolongan saat menghadapi tekanan,” ujarnya.

Program Kesehatan Mental di Sekolah Yogyakarta

Saat ini, program kesehatan mental di sekolah-sekolah Yogyakarta telah menyasar sekitar 800 pelajar. Berdasarkan diagnosa awal, banyak siswa mengalami kecemasan, tekanan mental, dan stres akibat game online dan lingkungan sekolah.

Dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, anak muda bisa belajar mengelola stres, kecanduan game online, dan tekanan akademik sehingga tetap produktif.

Selain itu, dukungan orang tua, guru, dan teman sebaya memperkuat perlindungan mental anak muda. Dengan pendekatan ini, orang tua dan guru dapat meminimalkan dampak negatif akibat permainan online, sehingga anak-anak kembali ke jalur aman.

Dampak Jangka Panjang Akibat Permainan Online pada Anak Muda

Jika tidak ditangani, akibat permainan online pada anak muda bisa menyebabkan gangguan mental jangka panjang. Anak muda berisiko mengembangkan perilaku agresif, kecanduan digital, hingga masalah sosial.

Dengan intervensi cepat, termasuk pengobatan, rehabilitasi, edukasi digital, dan dukungan sosial, anak-anak dapat pulih dan tetap produktif di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Post Comment