Puluhan Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem dari Game Online

anak terpapar ideologi kekerasan

Densus 88 Antiteror Polri menangani 68 anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui game online berbasis kekerasan. Anak-anak ini berasal dari 18 provinsi di Indonesia dan mengadopsi ideologi Neo-Nazi serta White Supremacy.

Sementara itu, juru bicara Densus 88 Polri, AKBP Maydra Eka, menegaskan bahwa anak-anak ini menggunakan ideologi untuk membenarkan tindakan kekerasan, bukan karena keyakinan murni.


Paparan Ideologi Kekerasan dari Game dan Platform Digital

Selain dari game online, anak-anak mengalami paparan ideologi kekerasan melalui platform digital lain, termasuk komunitas True Crime, yang menampilkan konten kekerasan dan kriminalitas.

Maydra Eka menjelaskan:

“Anak-anak terpapar dari berbagai platform beraliran True Crime Community serta game online berbasis kekerasan (gore).”

Kemudian, tim penyidik menemukan bahwa anak-anak menggunakan ideologi ini untuk mengekspresikan kemarahan, dendam, atau agresi.

“Mereka mengaku ideologi ini berfungsi sebagai pembenaran tindakan kekerasan yang mereka lakukan,” tambah Maydra.

Selain itu, paparan digital yang tidak diawasi dapat memicu perilaku agresif pada anak-anak.

Baca Berita Lainnya “5 Gim Penghasil Duit 2026, Main Gim Bisa Jadi Saldo E-Wallet


Senjata Mainan dan Bukti Lain

Densus 88 menemukan senjata mainan yang dimiliki anak-anak. Walaupun bukan senjata asli, anak-anak menggunakannya untuk mengekspresikan kekerasan, sehingga tetap berpotensi membahayakan.

Maydra menambahkan:

“Anak-anak membeli senjata mainan dan pisau secara daring.”

Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa platform digital bisa menjadi sarana penyebaran ideologi kekerasan jika tidak diawasi.


Upaya Densus 88 Menangani Anak Terpapar Ideologi Kekerasan

Komjen Syahardiantono, Kepala Bareskrim Polri, menyatakan bahwa Densus 88 tidak hanya menyelidiki kasus ini, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan edukasi agar anak-anak kembali ke jalur aman.

Langkah-langkah Densus 88 meliputi:

  • Menyelidiki perilaku anak-anak secara menyeluruh

  • Memberikan pendampingan psikologis untuk mengurangi pengaruh ideologi kekerasan

  • Memberikan edukasi digital agar anak kembali ke lingkungan sosial yang aman

Selain itu, tim Densus terus memantau anak-anak agar mereka tidak kembali ke ideologi ekstrem.


Dampak dan Ancaman Anak Terpapar Ideologi Kekerasan

Anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan menjadi potensi ancaman jika orang tua dan pihak berwenang tidak menindak dengan cepat. Syahardiantono menekankan pentingnya langkah cepat untuk mencegah kekerasan nyata.

Selain itu, kasus ini mengingatkan orang tua dan masyarakat agar mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Game dan komunitas online bisa menyebarkan ideologi berbahaya tanpa pendampingan.

Dengan penanganan yang tepat, anak-anak bisa kembali ke jalur aman dan terhindar dari pengaruh kekerasan ekstrem.

Post Comment