Warnet Gaming Korea Utara, Intip Isi Canggih dan Modern di Pyongyang

Warnet Gaming Korea Utara

Korea Utara dikenal sebagai negara tertutup, tapi siapa sangka kini mereka memiliki warnet gaming modern yang super canggih. Fasilitas ini bernama Hwasong Computer Game Arcade dan berlokasi di Distrik Hwasong, Pyongyang.


Kim Jong Un Resmikan Warnet Gaming Futuristik

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meresmikan Hwasong Computer Game Arcade pada April lalu. Pemerintah merancang tempat ini khusus untuk anak muda sebagai pusat hiburan dan edukasi teknologi.

Awalnya, hanya warga lokal yang boleh masuk. Namun belakangan, pemerintah membuka kesempatan bagi turis asing untuk merasakan pengalaman bermain game di ibu kota Korea Utara.

Foto-foto yang beredar di Twitter/X dan Weibo menunjukkan ruangan futuristik dengan perangkat gaming Asus ROG. Desainnya modern, berbeda jauh dari dugaan banyak orang yang membayangkan komputer bekas dari luar negeri.


Koleksi Game Populer dan Aturan Ketat

Pengunjung bisa memainkan berbagai judul terkenal seperti FIFA 11, Battlefield, The Last of Us, Resident Evil, Call of Duty, hingga Counter-Strike 2. Namun, semua permainan hanya berjalan di jaringan lokal, jadi gamer tidak bisa mengakses Steam atau bermain online dengan pemain luar negeri.

Selain itu, pihak pengelola menetapkan aturan ketat. Gamer tidak boleh menggunakan nama pengguna aneh, mengambil foto, merokok, atau berjudi di dalam area. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi tegas dari petugas.

baca berita lainnya “Demo Spaceman Terbaru di 2025


Budaya Gaming yang Semakin Berkembang

Aktivitas bermain game sebenarnya sudah lama ada di Korea Utara. Menurut peneliti Yee Ji-sun dari Korea Institute for National Unification, anak muda di Korut sering memainkan game tiruan seperti Bejeweled dan Plants vs. Zombies sejak awal 2000-an.

“Anak muda Korea Utara memainkan game komputer secara diam-diam sejak lama,” ungkap Yee Ji-sun, dikutip dari NK News.

Keterbatasan akses internet dan harga data yang mahal membuat sebagian besar game di sana offline dan single-player.


Akses Terbatas untuk Kalangan Elit

Meski mobile gaming mulai populer, sebagian besar warga Korea Utara belum memiliki ponsel pribadi. Karena itu, warnet gaming Hwasong terutama ditujukan untuk kelompok elit di Pyongyang.

Peneliti Oliver Jia menegaskan bahwa pengalaman menggunakan komputer dan internet masih menjadi privilege bagi kalangan tertentu.

“Akses komputer dan internet di DPRK masih terbatas. Hanya mereka yang berada di lingkaran terpercaya yang bisa menggunakannya,” jelas Oliver Jia.


Simbol Modernisasi di Negara Tertutup

Kehadiran warnet gaming Korea Utara mencerminkan upaya pemerintah untuk menampilkan citra negara modern dan berteknologi. Dengan konsep futuristik dan perangkat canggih, tempat ini menjadi simbol kemajuan digital di tengah isolasi global.

Walaupun aksesnya terbatas, Hwasong Computer Game Arcade berhasil menarik perhatian dunia. Banyak orang kini penasaran seperti apa pengalaman bermain game di negara yang selama ini dikenal paling tertutup di dunia.

Post Comment